WSN Menyatukan Civil dan Electronic Engineering
Konsep WSN (Wireless Sensor Network) adalah melakukan remote sensing, tetapi menggunakan alat yang disposable. Ini adalah hal yang membedakan WSN dengan remote sensing lain (misal : SCADA). Perangkat WSN dirancang untuk mobile (berbasis baterai), murah, easy to use (tinggal nyalakan dan pasang..Multihopping / routing otomatis tanpa perlu konfigurasi) dan low power (kurang dari 1mW untuk radius 100meter-4km).
Berikut adalah contoh kasus yang gw punya dari dunia civil engineering.
Sebuah kontraktor mendapat pesanan dari KLIA (KL International Airport) untuk membuat hangar bagi penyimpanan pesawat Airbus 380 yang baru. Masalah utama dari hangar pesawat adalah bangunan itu sangat lebar, dan tidak boleh ada column/blok penyangga di antaranya. Karena itu, beton/column di sisi-sisi hangar dirancang untuk miring, sehingga berat beton akan menyangga berat atap hangar.
Masalahnya ternyata tidak cukup sampai di situ. Proses pengerasan beton memerlukan waktu sekitar 6-jam, dan selama proses itu berlangsung, column beton tersebut bisa berubah kemiringannya. Disinilah WSN berperan.
Dengan menggunakan WSN selama proses pengerasan beton berlangsung, pihak kontraktor mengetahui tingkat kemiringan masing-masing column beton. Berdasarkan tingkat kemiringan di tahap sebelumnya (column beton tersebut dibangun secara bertahap, bukan langsung di-cor sampai atap), pihak developer membangun tahap berikutnya dengan koreksi kemiringan. So, kl beton di tahap sebelumnya lebih miring 5 derajat dari yang direncanakan, beton selanjutnya dibangun 5 derajat lebih miring ke arah yang berlawanan untuk membuat keseluruhan column mempunyai derajat kemiringan sesuai yang direncanakan.
So, siapa bilang orang elektro cuman diperlukan untuk pasang kabel ?