Archive for July, 2007

Melupakan Dirinya

Monday, July 30th, 2007

Bicara soal dejavu dan 2 tahun lalu, bikin gw ingat seorang cewek..
yang seharusnya gw dah lupakan. Tapi dia malah muncul kembali
di mimpi gw pagi ini..Having a chat and laugh together, asli mimpi
indahlah (kecuali di akhir mimpinya, ketika dia menggandeng anak kecil
…Langsung bangun gw..hahahha)

Ternyata susah juga melupakan orang yang pernah lu sukai. Seperti
ada goresan di memori yang selalu bikin kita kembali ke sana, berdua
dengannya.

Hmm..but that day is gone and I wont wait forever

I will forget you…I will

De Ja Vu….Here we go again !

Sunday, July 29th, 2007

Yup..Here we go again..

Dua tahun lalu, ketika iNeo (perusahaan yang gw diriin bersama teman-teman dari EE ITB) berdiri, gw berjuang dari pagi sampai malam supaya proyek cepat selesai, dapat bayaran, dan bisa cari proyek baru lagi..Tapi kenyataannya, bukannya cepat selesai..malah molor mlulu, pembayaran juga terdelay, dan hidup gw kian sengsara. 

Awal kisah gw ga sarapan sebenarnya juga bermula dari sini…Dulu gw sempat ga punya duit buat makan pagi. So, setidaknya selama 4-bulan, gw cuma sanggup makan siang dan malam (itupun diempet-empet). Hehehe…Setidaknya ada pelajaran yang gw ambil dari sana : jangan pernah menyia-nyiakan makanan..Hahahaha..

Balik lagi ke masa sekarang. Ternyata, seperti yang gw pernah tulis di blog gw, perusahaan gw disini masi harus berjuang keras supaya bisa bernafas. Secara pribadi, gw si kuatir kl nasib gw akhirnya kaya iNeo lagi, kerja siang-malam dan ga dibayar (soalnya udah kejadian sama orang-orang India pendahulu gw si). Tapi di sisi lain, gw merasa ini adalah bagian dari hidup gw yang blom gw tutup dengan sukses.

Mungkin ga si kl alasan gw disini sebenarnya untuk mempelajari alasan kegagalan gw 2 tahun lalu ? Jika gw sanggup mengibarkan perusahaan ini, sanggup ga gw nanti pulang dan mengibarkan bendera perusahaan gw sendiri ?

Apapun alasannya, gw merasa keberadaan gw disini seolah kembali ke masa lalu dengan orang-orang iNeo..Kerja sampe jam 10-11 malam untuk memperbaiki paket yang diterima radio, kalibrasi sensor, bikin firmwarenya lebih robust, dsb..

Alea jacta est..Dadu sudah diundi..Ke manapun gw pergi, ini adalah pertempuran yang tak terelakkan..

RM 550K…Here we go !!

Tossai, Chappati, Canai..Pau !!!

Sunday, July 29th, 2007

What the hell is that ?? Mantra pengusir berat jodoh ?? Hehehehe….

Bukan kok. Tossai, chappati dan canai adalah makanan khas India special buat sarapan..Tapi berhubung gw ga pernah sarapan, gw selalu pesan makanan ini pas siang-siang ato malam (kata temen gw si : nyeleneh gaya makan gw).

Di Malaysia, karena ada 3 ras besar : Melayu, Tionghoa, dan India, makanan-nya pun dipengaruhi oleh ketiga suku itu. Yang jelas masakan melayu hampir 100% sama kaya masakan padang: banyak santan, minyak goreng, dan sambal. Kl masakan chinese, dimana-mana sama lah…hampir ga ada yang beda. Tapi kl masakan India, baru pertama gw makan di KL (di Surabaya atau Denpasar ga ada restoran India si). Selain itu, soal harga masakan India adalah yang termurah (makanan chinese selalu termahal, walaupun di kaki lima…kl masakan melayu si diantara harga masakan chinese sm India).

So, tossai, chappati, dan canai semuanya adalah semacam roti tipis (seperti kulit lumpia/martabak). Tapi, tepungnya beda (gw blom pernah liat resepnya si, jadi blom bisa kasi masukan kaya apa bikinnya) Cara makan roti itu adalah dicampur / dicelup ke kare (orang India jagonya makanan kare..terutama yang berbumbu rempah-rempah beraroma keras, model cengkeh dan sebangsanya..). Harganya pun cuma RM 1 (Rp 2700)/biji (rata-rata makanan di sini RM 3 keatas). Tapi, kl beli satu pasti ga kenyang, apalagi kl dibuat makan siang. Gw si biasanya beli 2 biji, atau beli 1 biji roti + curry puff (di-indonesiakan : roti pastel isi kare).

Tapi beberapa restoran India disini bikin menu special dengan mengisi roti tersebut..Yang udah gw cobain adalah : tossai special (roti diisi/dilapisi telor goreng dan bawang), tossai massala (roti + semacam kare + keju..kayanya si, kl lidah gw ga salah).

Kl "pau" ? Pau itu "bak pau"…Disini bak pau artinya pau isi "bak" (Hokkien : babi). Kl isi yang lain juga ada si (kacang ijo, kacang hitam, ayam, dsb). Rata-rata orang disini kl ga makan Pau, ya makan roti canai sama teh tarik buat sarapan..

Target berikutnya : makanan asli Pakistan, Ayam Tandori dan Roti Nan…Hohoho…

Perusahaan gw ternyata….

Monday, July 23rd, 2007

Yah, inilah kenyataan yang baru terungkap dalam rapat dan pembicaraan tadi siang…

So, perusahaan tempat gw bekerja di Malaysia adalah perusahaan start-up, yang dibiayai MAVCAP (venture capital-nya MSC Malaysia). Menurut MAVCAP, kl pembiayaan ventura-nya mo berlanjut, kami harus menghasilkan RM500K (Rp 1,5 M) bulan Sept ini…Kl ga, gw pulang deh ke Indo..

Lebih parah lagi, ternyata perusahaan ini berpengalaman dalam menunggak gaji karyawannya..Katanya, engineer yang dari India dulu pada balik semua, karena perusahaan ini nunggak gaji 3 bulan. Tapi itu si karena dulu marketingnya blom ada.

Sekarang si dah ada (lumayan banyak proyek malah), cm ga tau gw apa kita sanggup mencetak RM500 000 dalam 2 bulan…

Waaaa !!!!

The Perfect Picture

Sunday, July 15th, 2007

Beginilah susahnya cari perfect picture bwt kenang-kenangan kerja di KL. Kl dah kerja dsini, semua orang pada nanyain "mana fotonya"..maksudnya mana foto bersama landmark di KL.

Kl di Singapore si landmarknya adl singa laut. Kl di KL, dulunya adalah KL Tower. Sekarang digantikan oleh Petronas-Suria twin tower. Suria adalah mall yang ada di bawah tower tersebut.

So, berhubung towernya tinggi sekali, gw butuh special teknik dan lokasi yang bagus bwt ngambil gambarnya.
Petronassides

Gw nyobain ngambil gambar tower dari berbagai sisi, termasuk dari arah taman KLCC. Ternyata berdasarkan hasil berbagai percobaan, posisi paling tepat untuk mengambil gambar adalah di plaza depan Suria (di pertigaan Jalan Ampang).
Petronasnoon

Soalnya, kl ngambil gambar dari tempat lain, towernya kelihatan kecil dibanding orangnya.

Dsc02368

Untuk teknik, gw pake posisi peep hole. Kameranya gw set dengan automatic timer, dan gw taruh di bawah lantai plaza sementara gw berdiri di depan kamera (kurang lebih 50-cm lah). Hasilnya si rada kacau-kacau. Tapi, setelah berkali-kali nyobain, dapat juga perfect picture bwt dipamerin…Hehehehe…
Petronasnight

Menggugat Peranan Pemerintah dalam Industri Teknologi

Sunday, July 15th, 2007

Summary of ideas :
- Pemerintah seharusnya berfokus pada regulasi dan pengawasan untuk menciptakan pasar high tech di Indonesia. Insentif dan berbagai kemudahan lainnya hanya membuat pool industri high tech tanpa pasar yang nyata.
- Untuk menghindari political conflict of interest, pengembangan iptek seharusnya dibuat terpisah dari lembaga negara
- BHTV sebaiknya mempunyai badan hukum (PT atau Persero)

- Fokus pada Regulasi dan Pengawasan untuk Menciptakan Pasar High Tech
  Menurut saya, kebijakan insentif dan kemudahan lainnya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tidak efektif dalam mengembangkan industri iptek. Industri iptek kita, baik pasar maupun modal, masih berada jauh di LN, walaupun SDM tersedia di Indonesia. Saya rasa mengharapkan orang-orang dari Silicon Valley untuk datang, dan meng-outsource pekerjaan adalah sia-sia. Dengan lebih dari 200-juta penduduk, kenapa kita tidak mengembangkan pasar industri iptek sendiri ? Kenapa kita masih harus bergantung pada market demand dari negara lain ?
  Saya rasa pemerintah dapat membuat market iptek di Indonesia dengan regulasi dan pengawasan yang ketat.
Contoh :
* Pelarangan penggunaan formalin untuk pengawetan makanan
   Market yang "seharusnya" muncul :
   - Bahan pengawet yang memenuhi standar pangan, murah (terjangkau produsen tahu, mie,dan nelayan), dan tidak mengubah rasa produk.
   - Usaha franchise teknologi produksi tahu, mie, dan pengawetan ikan tanpa es yang lebih baik
* Penggunaan standar dokumen khusus bagi industri perbankan
   Market yang "seharusnya" muncul :
   - Usaha "porting" aplikasi perbankan yang lama untuk memenuhi standar
   - Usaha integrasi dokumen perbankan, sehingga customer perbankan tidak perlu susah untuk migrasi bank (contoh migrasi KPR, cicilan kartu kredit, dsb).
   - Usaha pembuatan POS-terminal untuk verifikasi dokumen perbankan (kartu kredit, kartu debet) yang sesuai dengan standar dokumen perbankan.
* MDP goal : Penyediaan Air Bersih bagi seluruh wilayah Indonesia
   Market yang "seharusnya" muncul :
   - Industri filter air yang mampu memenuhi standar pemerintah
   - Industri instalasi/maintenance filter air di pedesaan

  Regulasi dan pengawasan yang ketat dari pemerintah menciptakan market, yang kadang unik dan tidak ditemukan di market negara lain. Karena itu, kesempatan untuk mengembangkan teknopreneur jauh lebih terbuka daripada kebijakan insentif yang cenderung hanya membuat pool SDM / iptek yang tidak terpakai.
  Untuk mengembangkan regulasi tersebut, pemerintah via dept Ristek seharusnya bekerja sama dengan pendidikan dan lembaga terkait untuk mendapatkan input tentang teknologi yang dipakai. Lalu, regulasi dan pengawasan industri tersebut dijalankan dept lain (dept PerIn, KomInfo, Keu).
  Dengan demikian, konflik dept KomInfo dengan MoU Microsoftnya vs Linux-nya dept Ristek seharusnya tidak muncul. Selain itu, kebijakan teknopreneur di bawah Ristek juga tidak tepat. Karena akan bertabrakan dengan kebijakan enterpreneur/SME Depperrin.
  Riset-riset yang dibiayai Depristek harusnya mengarah pada testing teknologi untuk mendapatkan gambaran teknologi apa yang sebaiknya digunakan di Indonesia. Riset terapan yang dapat diaplikasikan ke masyarakat dan mengarah pada pembentukan SME berbasis teknologi harusnya dibiayai Depperin.

- Untuk menghindari conflict of interest, pengembangan iptek seharusnya dibuat terpisah dari lembaga negara
  Saya rasa sudah menjadi rahasia umum bahwa di negara kita, sejak dimulainya zaman reformasi, pembangunan hanya berlangsung selama lima tahun. Setelah lima tahun, kebijakan pengembangan iptek selalu berputar kembali dari nol, bergantung pada kebijakan menteri.
  Untuk menghindari hal tersebut, saya rasa kebijakan yang paling baik dalam pengembangan iptek yang terpisah dari dunia politik adalah membuat perusahaan / BUMN yang mandiri, terpisah dari lembaga negara maupun rezim yang berkuasa.
  Di Malaysia, kebijakan MSC (Multimedia Super Corridor) dijalankan secara penuh (dan terpisah dari pengaruh kementerian manapun) melalui BUMN yang bernama MDeC Sdn Bhd (PT Multimedia Development Corporation). BUMN ini menyediakan jasa sebagai penghubung pemerintah dengan perusahaan yang berstatus MSC.
  Jasa-jasa yang disediakan BUMN ini :
- Pengurusan working permit untuk tenaga ahli asing
- Pencarian tenaga ahli yang dibutuhkan perusahaan berstatus MSC
- Penjamin 10 BOG (Bill-Of-Government : janji pemerintah Malaysia bagi perusahaan MSC)
- Modal ventura dan pinjaman modal
- Penyalur grant scheme bagi perusahaan MSC yang bersedia melakukan riset bagi pemerintah
- dll.

  MDeC adalah perusahaan besar yang terdiri dari berbagai anak perusahaan (termasuk anak perusahaan untuk mengelola CyberJaya. Kota CyberJaya dibangun khusus untuk MDeC dan program MSC) . Modalnya merupakan gabungan dari dana depkeu, ristek, dan industri Malaysia.

- BHTV sebaiknya mempunyai badan hukum 
  Meniru MDeC Sdn Bhd, saya rasa BHTV harusnya keluar dari sistem pemerintah dan mempunyai badan hukum sendiri. Dengan demikian, pengaruh politik tidak akan mempengaruhi kebijakan anggota BHTV.

Brain Drain di Malaysia

Sunday, July 15th, 2007

Malaysia punya masalah dengan brain drain ? Berikut adalah intisari liputan Star newspaper Senin 9 Juli 2007 untuk National Human Resources Summit 2007 : "Enhancing Organisational Effectiveness Through Superior Human Capital Management".

Negara tujuan brain drain Malaysia :
- United Kingdom
- USA
- Singapore
- Australia
- New Zealand
- Dubai

Sektor yang kekurangan tenaga skilled workers di Malaysia :
- IT professionals (khususnya di Cyberjaya)
- Clinical researchers
- R&D Engineers
- Bio-technologist
- Oil and gas
- Construction
  Banyak perusahaan Malaysia yang memperoleh pekerjaan di luar Malaysia, sehingga butuh lebih banyak insinyur sipil/arsitek.
- Financial services
  Banyak perusahaan finansial Malaysia yang berekspansi ke LN. Suplai tenaga keuangan selalu dibutuhkan (akuntan/auditor).

Alasan pindah (menurut Manton Townend, managing director Manpower Inc) :
- Salary
- Lack of appreciation
- Lack of communication with employers
- Lack of career direction

Tantangan bagi industri high tech Malaysia :
- Posisi skilled workforce di Malaysia kebanyakan diisi asing, karena lebih murah mengimport skilled worker asing
- Mencari skilled workforce yang mampu mentutor tenaga lokal Malaysia
- Memulangkan para brain drain Malaysia

Saran-saran untuk kebijakan pemerintah Malaysia (hasil summit) :
- Fokus ke imigrasi dan skilled labour policy (contoh : Malaysia My 2nd Home Program, tax breaks) untuk menarik lebih banyak skilled workers ke malaysia (short-term)
- More funds for education, training, and R&D in targetted fields that’s commercially viable (long-term)
- Government should penalise companies that don’t have funds for upgrade employees’ skills or investments in human capital
- Government and companies should ensure staff’s satisfaction (eg. provide balance between work and social life)
- Increase opportunities for women to stay longer in the workforce

Case Study : Tapping world-class talent
- Studi kasus dari Advance Tech Communications Sdn Bhd (ATC)
- ATC menghire Dr Shiv Verma, Electronics Phd dari USA untuk mentor team yang terdiri dari young Malaysian IT graduates.
- Dr Shiv Verma punya 7 worldwide paten di bidang wireless technology (hardware/software)
- Hasilnya : ATC mendapat kontrak RM 1.6bil

Quote of the day :
"Nationality should not be an issue as long as we have the right expertise and talent which can contribute to upgrade Malaysia into research and knowledge-based economy" -Dr Yeah Kim Leng, Chief Economist Rating Agency Malaysia group

Yellow Indian

Monday, July 2nd, 2007

Inilah yang dikatakan LandLady (Ibu kos) gw tentang gw kemarin :

"I thought you were Indonesian-Indian, since you are using the Indian name "kunil". Also, the guy before you, Rohan (Rohan adalah engineer dari India yang posisinya aku gantiin) had told me that he would bring some Indian friend from Indonesia to replace him..But when you came up here, I thought you were too yellow to be an Indian"

Yellow Indian ?? Yeah, right..

Kl Orang Malaysia Pergi Berkaraoke…

Sunday, July 1st, 2007

Kira-kira lagu apa ya yang bakal dipilih orang Malaysia kl pergi karaoke ?

Gw rasa si tergantung orangnya. Kl orang chinese cenderung pilih lagu chinese (entah lagu Hokkian, Kanton, atau Mandarin…yang jelas gw ga bisa semuanya..hehehehe). Kl orang India, mungkin pilih lagu India kali (sambil joget India ??). Tapi kl ibu kosku (orang India juga) kayanya lebih pilih lagu rock macam Bon Jovi..Rada nyentrik si orangnya.

Kl orang melayu sendiri ??

Hari Kamis kemarin gw diundang ke perpisahan teman kantor gw ke Red Box karaoke di The Curve untuk mencari tau jawabannya.
Dsc02278Mo tahu ? LAGU INDONESIA DONK !!!
Dsc02279

Percaya ga percaya, orang melayu lebih suka lagu-lagu Samsons, Glenn, Dewa, dsb dibanding lagu-lagu melayu Malaysia. Soalnya lagu-lagu melayu Malaysia rata-rata masih menggunakan gaya Ami Search dan Isabella..Bosen bok !!

"Lagu Indonesia lebih enak didengar", kata temen gw. "Trus musiknya lebih variatif", tambahnya lagi. So begitulah, selama 4 jam karaoke, kl lagu Indonesia diputar, gw terpaksa menyanyi.."soalnya kan dari Indon", alasan temanku. Padahal suara gw sumbang di nada tinggi, tapi disuruh nyanyi Glenn Fredly..Hehehe..bisa dibayangkan gimana suasananya.
Dsc02281

Tapi karaoke di Red Box emang enak, bisa dapat makan buffet (baca : sepuasnya), dari masakan eropa (spaghetti, roti, dsb), melayu, sushi, ice cream, dsb. Jadi, begitulahDsc02282 gw makan malam enak di hari Kamis malam..Lalu tepar hari Jumatnya, karena pulang jam 1 pagi…

Woaah…kapan bisa makan buffet gratis lagi yaaa ???