Archive for June, 2007

Kunjungan ke MIMOS

Tuesday, June 26th, 2007

Kerjaan pertama gw adalah bikin demo kit untuk mentransfer data dari sensor (satu sensor dengan SPI output, dan 2-sensor dengan analog output) ke receiver (kita bilangnya sink node).

Kerjaannya sebenarnya gampang..Yang bikin stress adalah si TinyOS-nya yang ga mo co-operate dengan C-standar (TinyOS pake NesC)..Jadilah, seminggu yang kacau..apalagi gw waktu itu blom dapet izin kerja sama sekali..Untungnya, Senin kemarin kita bisa demo (akhirnyaa….setelah kerja habis-habisan di akhir pekan boo).

 

Pemesan barang itu ternyata bernama MIMOS (http://www.mimos.my), semacam LAPI-nya Malaysia. Mereka spesialis penghabis dana pemerintah Malaysia untuk R&D (yang blom tentu kepake di Malaysia…hehehehe…kok sama aja kaya Indonesia).

Anyway, sebagai penghabis dana, bangunan mereka kereen boo. Lobby utamanya kaya hotel bintang 5. Dah gitu, fasilitasnya…hmm…dah kaya perusahaan raksasa..Di tiap tingkat ada security door yang harus pakai RFID utk masuk. Untungnya, gw masih boleh pakai kamera di dalam..Berikut gambar-gambar hasil selundupan gw :

Mimos_front
Mimos_front_2
Mimos_lobby_2Mimos_lobby
Mimos_lobby_3

Mimos_office

Grup yang memanggil kami adalah grup yang bertugas mendesain sensor. Kayanya semua penghuninya dah PhD ato Master gitu (soalnya bertampang tua smua..hehehe). Mereka dapat kerjaan dari pemerintah untuk mendesain agricultural sensor (soil humidity, etc.). Nantinya kerjaan mereka akan digabung dengan kerjaan grup lain di bidang microelektronik yang mendesain wireless ASIC.

Pemerintah Malaysia mo membidik IT-based agricultural..Kl Indonesia ngapain yah ?? Anyone knows ?

Tahap I MSC…Akhirnya…

Tuesday, June 26th, 2007

Horeee…..Akhirnya, gw bisa dapat juga tahap I MSC. Kurang lebih sekarang gw dah bisa dibilang separuh resmi kerja di Malaysia..

Dengan surat tahap I MSC ini gw dapat tambahan ijin tinggal sampai 3-bulan di KL. Tapi, masalahnya sekarang paspor gw diminta untuk verifikasi tahap II (digantiin sama surat tahap I MSC si..)..

So..masih menunggu kita..

Working Permitnya Kapaaaan ???

Saturday, June 23rd, 2007

Yang paling bikin pusing gw adalah working permit. Soalnya gw hampir ga bs berbuat apa-apa tanpa working permit. Mo buka rekening bank ga bisa, mo beli barang-barang kl working permit ga bs lulus juga percuma…Sial bgt..

Menurut aturan MSC (Malaysia Multimedia Super Corridor), gw harus lulus tahap I dulu. Kl lulus, gw dapat visa 2-bulan, tapi bukan visa kerja (gw sampe skr masih pakai visa turis 30 hari ni). Abis gitu, gw baru bisa dapat tahap II utk working permit 1 tahun..

Oooooo….Cepatlah selesai working permit gw..

Kos di Taman Tun

Saturday, June 23rd, 2007

Hari pertama ngekos di KL, gw disambut oleh Angie..Org Malay keturunan India yang punya kos..

Gw beruntung bgt krn dia mo nyediain ranjang / kasur dan lemari (gratis, ditambah pinjaman fan + radio + tirai)..Biasanya kl kos sewa kamar emang ga ada isinya sama sekali. So, semua harus beli sendiri..

Kamar kos gw lumayan gede. Masalahnya, jendelanya menghadap lorong belakang dan panaaas bgt, apalagi kl fannya dimatiin. So, terpaksa seminggu terakhir gw bersarung gaya bali untuk menghindari sauna di kamar.

Yang enak di Taman Tun adl tempat makannya dekat. Banyak pertokoan (termasuk kantor gw) yang dekat dgn kos. Masalahnya, ga ada satu pun warung internet yang buka disana. Mungkin karena smua org Malaysia bisa dapat internet dgn gampang kali..

Di sisi lain Taman Tun, ada perumahan mewah..Sekelas kawasan Graha Family Surabaya..Kata temanku juga, Taman Tun tergolong kawasan mewah..tapi punya org Melayu..Kl chinese ngumpulnya di SS2 (Petaling Jaya)..

Trus, sisi lain di Taman Tun adalah banyak taman publik yang bisa dipakai, lumayan jauh dari tempat gw, tapi tetap bisa dipakai..Tapi sampe skr blom satu pun yang bs gw pakai. Soalnya kerja mlulu si dari pagi sampe malam…Siaaaal..

Welcome to Malaysia..

Saturday, June 23rd, 2007

Akhirnya, setelah 2-minggu buru-buru sana-sini, gw jadi j brangkat ke KL.

Di bandara, ujian pertamanya langsung muncul : dilarang naik pesawat kecuali punya tiket balik ke Indo..Sial bgt. Padahal aturan resminya ga ada, plus gw kan kerja secara resmi, bukan nebeng sambil jalan-jalan.

Ujian keduanya : diperiksa petugas imigrasi malaysia, karena bawa barang banyak-banyak. Untungnya gw masi bisa berkelit dgn alasan gw di Malaysia mo berlibur 30 hr..So wajarlah kl gw bawa barang banyak..

Ujian ketiganya : disuruh menggantikan lead programmer WP untuk proyek senilai RM 23000 yang harus selesai Senin 25 Juni (cat : gw baru masuk kerja hari Selasa 19 Juni)..Setan bgt..Mana programmnya blom dibuat sama sekali lagi..Gw terpaksa lembur seminggu penuh (termasuk masuk dari pagi sampe sore di hari Sabtu) bwt ngerjain proyeknya..

Njrit..smoga stelah ini semua bisa lancar..

Tolerable Flaw

Tuesday, June 5th, 2007

How tolerable the flaw is ?

a)
In the early 1999, Ericsson discovered a flaw inside their mobile phone during the quality assurance testing. The flaw was caused by the embedded software inside the chip that generated particular radio output signal. The flaw was somehow related to the specific digit that was being entered into the keypad. The flaw occasionally cause the radio signaled "3" when keypad "2" was entered.

Further test and analysis had not discovered the cause of the flaw. Meanwhile, the product had to be launched to the public within the few weeks. The public, which had wait anxiously for this product, had ordered $25 millions for the product’s initial release. Total sales of $120 millions were expected to come within the full year.

The developer’s team could not fix the problem yet, but they were able to characterize the flaw. Apparently, the flaw was quite random, and would occur on average once in approximately 200 times that a "2" was entered.

It was estimated that for 7-digit telephone numbers, the overall average occurrence of the wrong telephone number being signaled out was around 1 in 250. Furthermore, if the same number was immediately re-keyed, the chance of the fault being repeated again appears to be negligible.

However, there were some "worse cases", for example the number 222 2222 would be wrongly out signaled on the average around 1 in 30 times.

If you were CTO (Chief Technology Officer) for this product, what would you do ? Discuss the various factors and arguments you would consider !

b)
Sewaktu gw bekerja untuk iNeo, gw pernah mengalami masalah dengan keypad produk yang kami kembangkan. Entah kenapa jika keypad "2" ditekan, muncul angka "3" di LCD display (bisa ditanyakan ke para saksi hidup, kl ga percaya). Waktu itu gw sempat berdebat dengan MM mengenai perlu tidaknya bug ini diperbaiki sebelum produk diserahkan ke customer.

Dari sisiku, bug semacam ini tidak terlalu mengganggu, karena user bisa menghapus angka "3" dan menekan angka "2" lagi (kecuali di bagian password, karena yang muncul di layar hanya "*"). Tapi, kl aku bilang, begitu user/password mereka tidak diterima, user pasti akan mengulang input user/password yang sama. MM berpendapat bahwa ada kemungkinan user tersebut malah keliru memasukkan user/password orang lain jika bug ini tidak diperbaiki.

Gw ga secanggih Ericson yang bisa mengukur peluang kejadian fault ini. Tapi seingat gw fault ini cuma muncul kalo keypad "2"-nya sudah ditekan kurang lebih 50-kali ke atas (walaupun ada kejadian faultnya muncul setelah angka "2"-nya ditekan 10-kali).

Kl lu di posisi gw, apa yang lu lakuin ?

Kejadian (a) adalah materi diskusi kursus yang gw ikuti di Penang-Malaysia. Kejadian (b) adalah kejadian nyata yang gw sendiri pernah alami. Dua-duanya punya andil terhadap sisi lain proses desain yang jarang ditulis di buku-buku kuliah.

So, any comments ?

** Apapun spek kalian, sisakan space untuk toleransi kesalahan.