Archive for May, 2007

Pandangan ttg FPGA Technology

Wednesday, May 30th, 2007

Sekitar setahun yang lalu, gw sangat tergila-gila dengan FPGA, terutama FPGA barunya Xilinx : Spartan 3E. Dengan harga kurang dari USD 10 (100k equiv-gates, dan pake VQFP package..bisa disolder dengan tangan), gw langsung beli development kitnya. Ga cuma itu, gw juga memulai membuat development kit FPGA gw sendiri (dengan bantuan Sigit Manufel ITB).

Setelah ikut kuliah Managing NPD di Penang, gw mulai menyadari posisi teknologi FPGA ini. Berikut adalah pandangan gw terhadap harga FPGA yang semakin murah :

FPGA adalah Disruptive Technology untuk Embedded System
Dunia embedded system dipenuhi dengan aneka processor. Dari 8-bit sampai 64-bit, semuanya berusaha menampilkan keunggulan mereka untuk bidang tertentu (karena semua orang menyadari bahwa satu processor untuk semua aplikasi adalah mustahil). Tapi FPGA merubah semua itu. Sebuah FPGA dapat digunakan sebagai processor, yang dapat dengan mudah diubah-ubah sesuai aplikasi, tanpa harus melalui daur pembuatan IC yang rumit.

FPGA dapat Memulai Revolusi di Customized Hardware
Bayangkan jika PDA GSM anda dapat berubah menjadi PDA CDMA, atau perangkat WiFi anda tiba-tiba berubah menjadi WiMAX, hanya dengan mengupgrade firmware FPGA anda (biasanya kita bilang configuration untuk FPGA, firmware hanya untuk processor). Keren kan ? Ga perlu beli HP baru hanya untuk menikmati layanan baru.
Bahkan kl perlu, gw bisa bikin TV gw jadi stasiun TV digital, hanya dengan upgrade firmware.

Apa ini cm imajinasi gw ? Tanyakan Mr. Google tentang Software Defined Radio, dan katakan apa ini cm imajinasi gw.

Kelemahan : Development Cost yang Tinggi
Harga gate FPGA dari tahun ke tahun semakin menurun, mengikuti hukum Moore. Tapi sayangnya, perangkat development FPGA hampir tidak pernah turun (malah semakin naik melulu). Harga development cost yang mahal ini harus dibayar dengan menaikkan harga jual produk, atau volume produksinya. Karena itu, jangan heran FPGA hanya bisa ditemukan di produk-produk segmen atas dan segmen khusus (militer, penerbangan, etc.).

Kelemahan : Harga FPGA masih mahal jika dibandingkan dengan Harga Processor jadi
Enakan mana : sewa kos / apartemen /rumah yang sudah berisi perabot, atau kosong sama sekali ? Begitulah analogi FPGA versus processor. Dengan FPGA, kita dapat chip kosong, yang bisa dibentuk jadi apapun. Masalahnya, kl dihitung-hitung, membuat isi FPGA itu lebih mahal daripada beli processor dengan peripheralnya (SoC : System on Chip).

Banyak yang bilang, kan bisa diakali dengan ambil IP dari OpenCores.org ? Masalahnya, isi dari opencores.org itu kebanyakan tidak layak untuk dideploy ke produk jadi. Isi opencores.org kebanyakan adalah sisa-sisa kerjaan/PR/TA mahasiswa yang dah ga kepakai. So, jangan heran kl IP tersebut jalan, tapi reliabilitasnya payah bgt (kadang jalan, kadang enggak).

FPGA untuk Technopreneur ?
Cocok ga sih ? Menurut gw, kl lu jadi technopreneur, lebih baik fokuskan dulu ke mana persh lu akan jalan. Setelah itu, cari tahu kira-kira market persh lu itu bersedia bayar berapa untuk produk lu. Baru setelah itu lu bisa putusin enakan pake FPGA atau processor.

Saran gw, kl lu punya market dengan margin tinggi dan harganya sanggup untuk mendukung FPGA, gunakan FPGA. Kl ga, pakai processor dulu. Profit yang lu dapat dari penjualan produk berbasis processor itu kemudian bisa digunakan untuk R&D FPGA technology.

Wawancara Kerjaan pake Yahoo Messg

Monday, May 28th, 2007

Beginilah kemajuan zaman. Dulu yang namanya wawancara harus pake ketemu muka dulu. Jadi, kl ngelamar ke Jakarta, siap-siap gempor aja kl harus berangkat dari Bali. Tp kali ini gw justru diwawancarai dengan Yahoo Messg, beserta video/voice call..dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Lucu juga. Unik rasanya. Gw terpaksa lari-lari ke warnet yang punya webcam dan jaringan internet yang rada legawa. Awal-awal wawancara si OK, berhubung yang pake warnet masi dikit. Tapi, begitu anak-anak mulai pulang sekolah, mulai dah suaranya putus-nyambung, sampe-sampe harus pake chatting (diketik) untuk menjelasin pertanyaan / jawaban.

O ya, lupa bilang. Gw lg cari kerja (mo cabut dari persh lama ni). Trus gw ngelamar di situsnya Jobstreet.com. Kebetulan, salah satu pengguna jobstreet adalah perusahaan-perusahaan Malaysia.

Sebenarnya, gw si dah lama pakai Jobstreet. Tapi ga pernah dipanggil sampe wawancara. Paling juga ditolak.hehehe…Gak tau kenapa khusus perusahaan ini, gw bisa dipanggil wawancara..ke Kuala Lumpur lagi…Gelo..

Untungnya, setelah gw telp, dan kirim-kirim email, mereka bersedia wawancara dengan yahoo messg. Antik kan..Mereka pun kelihatannya blom pernah mewawancarai org dengan yahoo messg. So, dengan manager SDMnya gw janjian dulu jam 12 untuk ngetes alat-alat..Jam 15 baru para pewawancaranya datang.

Yang nyebelin dari tukang pewawancara yang pertama adalah dia terlalu ngeremehin gw. Masa gw ditanyain : int a[10] isi a apa ?? Emang gw masi ABG di urusan beginian..Udah gitu, pertanyaannya juga yg rada nyleneh lagi. Emang apa bedanya ELF dengan executable file ?? Gw jawab si ga ada..Emang apa bedanya coba ??

Begitulah, setelah habis-habisan dengan wawancara pertama. Di wawancara kedua, gw harus ngadepin spesialis hardware. Pertanyaannya langsung menohok : Udah seberapa jago VHDLnya ?? Sambil senyum-senyum gw jawab : Masih pemula Sir…Hahahah…Trus ditanyain lagi : Punya pengalaman di DSP ga ? .. Boro-boro mah..Wong labnya aja mo pindah kerjaan jadi tukang ngoprek VoIP/MoIP..So, sesi kedua berlangsung selama..2 menit..(seksi pertamanya abis 1.5 jam lebih)..

Boo..capenya…Udah gitu, masih harus ngisi form aplikasi yang ga jelas dari pers itu dan disuruh nunggu lagi…

Yah, yang penting punya pengalaman dengan wawancara persh LN dah..Tar kl ga ketrima, gw mo cari persh yg lebih keren lagi..Ato kl ada duit yang bisa dimaenin, bikin persh lagi aahhh…

Status gw saat ini :
***Masih bingung antara nerusin kerja di Bali, cari kerja di LN, cari kerja di Jakarta, ato bikin persh sendiri….Smoga Tuhan yang diatas berkenan memberikan jawabannya untuk gw*** Amin amin..

Promote The Best, Sell The Rest

Sunday, May 27th, 2007

Saya dapat ide ini dari Manager Sales Samsung. Menurut pernyataannya di Kompas May 27th, strategi Samsung membangun citra sebagai pelopor teknologi adalah dengan memasang iklan produk-produk terbaik mereka.

Produk-produk seperti HP dual GSM-CDMA, HP 3.5G, LCD TV, dll yang mempunyai teknologi tinggi selalu dipromosikan di media massa. Padahal, harga produk-produk tersebut sangat mahal dan market segmentnya sangat kecil. Produk-produk lain, seperti TV CRT layar datar (versi murahnya LCD TV), hampir tidak mempunyai keunggulan apapun, tapi market segmennya sangat besar. Uniknya produk-produk ini malah jarang dipromosikan oleh Samsung.

Iklan-iklan produk terbaik tersebut turut membangun citra Samsung sebagai pelopor teknologi. Diharapkan, citra itu akan menular ke produk-produk kasta rendah lainnya.

Menurut saya, ini strategi unik yang dapat digunakan untuk membangun image perusahaan teknologi. Kita bisa bikin produk tercanggih, yang pasarnya kecil sekali, tapi mempunyai efek untuk meningkatkan pamor perusahaan kita. Kemudian, kita mengembangkan produk dengan harga murah untuk meraup pasar.

Dengan kata lain, tembak kasta atas dulu sebelum kasta bawah. Kl ga, sangat sulit untuk mengubah citra perusahaan kita sebagai penghasil produk murah (asosiasinya selalu murah dan murahan).

Jangan bermain seperti Nexia, yang berjualan HP murah habis-habisan. Habis itu, kesulitan mengembangkan produk baru. Karena asosiasi customer selalu "Nexia itu murah"..

Memerintah Para Cecunguk, Menjinakkan Anarki, Menegakkan Disiplin

Sunday, May 27th, 2007

Pernahkah terbayang oleh Anda, jika Anda ditunjuk untuk memimpin divisi neraka ? Para penghuni divisi neraka adalah para bedebah biang kerok perusahaan. Mereka bersatu-padu untuk mengenyahkan setiap usaha managemen atas yang berusaha mengubah divisi mereka. Jika perlu, mereka tak ragu-ragu mengadakan permogokan massal, menutup pabrik, mengundang DPRD, dan demo di jalan-jalan menuntut Anda dipecat.

Para manager sebelum Anda telah menyerah, entah mengundurkan diri ataupun minta dipindahkan ke divisi lain. Sekarang giliran Anda memimpin divisi ini.

Apa yang Anda akan lakukan ?

Para Cecunguk yang Berkuasa

Masih ingatkah Anda akan kasus Dirut PDAM Surabaya yang terpaksa mundur karena karyawan PDAM menolak bekerja di bawah pimpinannya ? Padahal Dirut PDAM tersebut adalah profesional berpengalaman, mempunyai visi, misi, dan strategi yang jelas, yang mampu mengubah wajah PDAM Surabaya menjadi perusahaan daerah yang profesional.

Para cecunguk ini jelas-jelas sangat berkuasa, jauh dari bayangan para manager baru yang memimpin divisi tersebut. Mereka mempunyai jaringan ke bos-bos Anda, mungkin malah lebih baik daripada hubungan Anda dengan bos Anda. Mereka mengerti permainan perusahaan, karena itu mereka mampu menguasai posisi kunci yang sangat sulit digeser, bahkan oleh dirut sekalipun. Yang lebih parah daripada itu semua, mereka kini berkumpul di divisi Anda, membuat jaringan setan yang siap menghabisi semua manager berpengalaman, termasuk Anda.

Pendekatan yang Salah dan Pendekatan yang Benar

Pendekatan yang salah, yang umum dilakukan oleh tiap manager, adalah mendekati salah satu anggota cecunguk tersebut yang mau menerima Anda. Harapannya, tentu saja mengusahakan perubahan secara perlahan-lahan melalui cecunguk yang mau menerima Anda.

Anda salah besar jika mengharapkan hal ini benar-benar bisa terjadi. Kenyataannya, saya bisa jamin bahwa orang yang Anda dekati tersebut adalah pecundang lemah dari kumpulan para cecunguk ini. Dengan demikian, saya yakin usaha Anda akan sia-sia.

Pendekatan yang benar adalah memecah jaringan setan para cecunguk tersebut. Tujuannya antara lain adalah menggembosi kekuasaan bos cecunguk (fakta : selalu ada cecunguk yang dituakan dalam divisi tersebut) dan membuat para cecunguk tersebut tidak mempercayai satu sama lain, kecuali pada Anda. Dengan demikian, perlahan-lahan Anda menjadi penguasa divisi cecunguk tersebut.

Jika Anda berpendapat bahwa Anda bisa menjadi penguasa cecunguk tersebut dengan mendekati bos cecunguk, saya rasa Anda harus berpikir dua kali. Pertama, bos para cecunguk tersebut belum tentu akan tunduk kepada Anda, kecuali Anda punya kharisma atau sesuatu yang dapat Anda barter dengan kekuasaannya. Kedua, saya meragukan jika bos cecunguk tersebut mau memberikan kekuasaannya kepada Anda secara cuma-cuma, apalagi jika dia tahu bahwa Anda akan menyaingi dirinya. Salah-salah Anda bisa menyulut perang dengan para cecunguk ini di awal masa kepemimpinan Anda (bukan ide bagus untuk memulai perang, tanpa dukungan dari beberapa cecunguk-cecunguk ini).

Langkah Menaklukkan Divisi Neraka

Pertama-tama, carilah friksi antara para cecunguk ini. Di setiap organisasi manapun, friksi selalu ada, baik kecil maupun besar. Yang Anda cari adalah friksi yang mampu melibatkan sejumlah besar para cecunguk ini, melawan sejumlah besar para cecunguk lainnya. Jangan terlibat dengan friksi yang hanya terjadi dengan minoritas para cecunguk. Friksi semacam ini tidak berguna untuk diangkat, dan menunjukkan status Anda bahwa Anda lemah.

Kedua, Anda perlu mempertajam friksi ini. Bagilah divisi Anda menjadi grup-grup kecil. Tiap grup berisikan anggota cecunguk yang saling bertentangan. Berilah grup-grup ini tugas yang sama.

Langkah ketiga adalah membuat bahwa para cecunguk ini tak bisa mengandalkan diri mereka. Anda harus membuat mereka bergantung sepenuhnya pada Anda. Untuk itu, gunakan prinsip punishment dan reward untuk tiap tugas yang Anda berikan pada grup-grup tersebut. Berikan punishment dan reward sedemikian rupa, sehingga grup yang kalah merasa bahwa reward mereka direbut oleh grup lain. Biarkan semangat kompetisi dan saling mengalahkan tumbuh di antara grup-grup ini.

Lalu, secara diam-diam, dukung grup-grup tersebut. Biarkan mereka merasa bahwa Anda pribadi hanya mendukung grup tersebut (tapi Anda harus mengatakan hal ini kepada semua grup, secara diam-diam). Di akhir kompetisi, grup-grup tersebut akan saling bermusuhan, tapi mereka semua mengandalkan Anda untuk memenangkan kompetisi ini. Andalah sekarang pemimpin mereka !!

Kadang-kadang, bos para cecunguk ini cukup pintar untuk menyadari permainan Anda. Untuk menyingkirkannya, Anda memerlukan bantuan dari tangan kanan bos cecunguk tersebut. Fakta yang sering terjadi adalah bahwa tangan kanan para bos cecunguk sebenarnya tidak terlalu loyal dengan bos mereka. Mereka umumnya para penjilat, yang ingin dekat dengan pemegang kekuasaan.

Anda bisa menyuap mereka untuk menjadi tangan kanan Anda. Dengan demikian, bos cecunguk tidak lagi mempunyai kekuasaan nyata di hadapan para cecunguk ini.

Langkah Preventif Menghindari Divisi Neraka

Divisi neraka umumnya hadir karena kebijakan manager SDM yang sering membuang orang-orang bermasalah ke divisi buangan. Harapannya, orang-orang bermasalah ini akan segera mengundurkan diri begitu mereka masuk ke divisi buangan. Masalahnya, jika mereka betah, bersatu, dan tidak mengundurkan diri, pihak managemen atas akan berhadapan langsung dengan setan-setan dari neraka managemen.

Saya sarankan pihak managemen SDM tidak menggunakan taktik ini untuk membuang orang-orang bermasalah. Lebih baik mereka dipecat langsung daripada dikumpulkan di satu divisi.

Selain itu, untuk menghindari penguasaan posisi kunci perusahaan oleh orang-orang bermasalah, sebaiknya pihak managemen selalu menyiapkan redundancy. Kurang lebih, siapkanlah dua atau tiga orang yang saling bertentangan/bermusuhan di posisi kunci yang sama di perusahaan. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot jika harus mengeluarkan salah satu diantara mereka.

NPD : Product Strategy

Wednesday, May 16th, 2007

Business Planning : Process Example

  • Vision -> Mission -> Situation Analysis (competitive evaluation - future environment - Business objectives) -> SWOTs -> CSF (Critical Success Factors) -> Business Units detailed Product Plans -> Resource Planning (including budgeting) -> Implementation

Vision and Mission

  • Vision requires : goals and targets
  • Mission can change during the  company’s life time
  • The purpose of Vision and Mission :
    • Driving company’s action
  • Vision / Mission Example :
    • To be, To do, Where, for the people (customers, shareholders, managers, employees, etc)
    • Include : boundaries, diversification, balance, emphasis
  • Mission statements are used as starting points of Marketing and Product Strategy

What is Strategy ?

  • Plan to win
  • Has the process of implementation built in

Concept of Strategy

  • Positioning (market share, profit, etc.) + building organizational competencies
    for implementation
  • Strategy as clear vision connected to flexible tactics
  • Capacity to act to implement existing strategies
  • Flexible organizations and management processes
  • Motivate behaviour through :
    • compelling vision plus reinforcement
    • developing capabilities
    • broadening perspectives
  • CEO sets out and reinforces vision
  • Strategy developed where people know what’s going on

SWOT Analysis

  • Offensive area : Strength + Opportunities
  • Defensive area : Weakness + Threads

New Product Development as Business Process and Best Practice Models

Wednesday, May 16th, 2007

Apa itu NPD (New Product Development) ?

Activity of business, engineering, design, and technology. All of them integrated as overall projects and organized as a process. Therefore, it has an identified target of developing and launching a new product type. It requires business case (written or implied), and expectation of commercial success.

NPD versus R&D :

  • NPD aims to commercial success. It usually refers directly to the company’s product.
  • R&D aims to explore new opportunities/chances/technologies, either directly linked or not to the company’s product.

Why do we need NPD ?

  • Present product’s revenue tends to decline after few years/amount of time
  • The company has targets to grow the revenue
  • Use NPD to fill the growth expectation-vs-reality gap

Product Life Cycles :

  • The products are only generating revenue in a limited time (called product’s window).
  • Use ROI(Return of Investments), ROS(Return of Sales), NPV (Net Present Value), and IRR (Internal Rate of Return) to describe the product’s life.

Loss in Profits due to Various Cost :

  • Normally, delay in product shipments affects a lot more than overrun development cost.
  • Refer to product’s life cycle.

Kind of People that’s Needed to manage NPD :

  • Good self-expression
  • Careful
  • Confident
  • Courageous
  • Bold
  • Imaginative

How to learn NPD Management :

  • Structured course (take-aways, homework)
  • Debate (swap ideas/experience, workshop)
  • Involvement (observe how organizations work, how people behave, how you behave)

Needed Thinking Ways :

  • Lateral thinking (divergent, creative, brainstorming)
  • Critical thinking (analytical, linear)
  • Convergent thinking (focusing, decision-making)

Concerns:

  • Avoid manufacturing inputs too little and too late
    • Get parties (the people with real decision power, not dummies) involved in designing interfaces (eg. Design for Manufacturing).
    • Build cross-functional teams instead of team from single function.
    • Send NPD team members to other functions that’s not following the game rules
  • Avoid unrealistic planning
    • Give the managers : Worst Cases, Likely Cases, and Best Cases
  • Characteristic of qualified project team leader :
    • Have experience in successful team
    • Have knowledge in interpersonal skills : managing your bosses, your college, and your bottomline
    • Have knowledge in decision making
    • Have technical skills : deeper is better, since no one will underestimate your decisions.
    • Have inherited power from upperline manager
    • Have good networks
    • Not so important : older age than the other team members and doing the work longer.
  • Avoid lacks of cohesion / diligence :
    • Indoctrinate the clear vision and mission to the team members
    • Relate the rewards to the team’s cohesion / diligence
    • Feedback communication : ask the team member to talk back about the team’s vision/mission/job.
    • Informal communications : football team, company’s holiday
  • Avoid unmeaningful reviews :
    • Don’t manage projects using reviews. Directly talk to the people who’s responsible for it.
    • Use review to check team’s progress.

Prosedur Keberangkatan ke Luar Negeri via Bandara Udara

Tuesday, May 15th, 2007

Berawal dari kesulitan gw mencari info tentang prosedur keberangkatan ke LN via bandara, berikut gw tulisin pengalaman gw tentang prosedur ke LN via bandara udara.

  1. Tukarkan tiket dengan Boarding Pass di Airline Counter. Jangan lupa tunjukin paspor waktu nukerin tiket. Kl lu ada bagasi, disini jangan lupa masukinnya.
  2. Minta kartu Kedatangan/Keberangkatan (Arrival/Departure) dari Airline Counter. Kartu ini digunakan untuk kepentingan imigrasi Indonesia, walaupun gw ga jelas mo diapain kartu itu.
  3. Minta kartu Kedatangan/Keberangkatan (Arrival/Departure) untuk Visa on arrival di Airline Couter (kecuali lu dah punya visa sebelumnya dari konsulat). Gw perlu Visa ini karena gw pergi ke Malaysia (visanya langsung dikasih pas turun di Kuala Lumpur).
  4. Isi semua kartu. Jangan lupa untuk bawa pulpen dari rumah. Susah nyari-nya di bandara.
  5. Bayar fiskal IDR 1juta di kounter pembayaran fiskal. Banyak calo yang nawarin fiskal kurang dari 1-juta, tapi jangan terlalu percaya deh. Susah ngurusnya.
  6. Pergi ke loket  Airport Tax, dan bayar karcis untuk tarif international flight. Di Juanda Surabaya, gw kena Rp100 ribu.
  7. Pergi ke loket imigrasi untuk cek paspor (dan sedikit pertanyaan tentang tujuan ke LN, dsb). Paspor lu dicap disini.
  8. Masuk ke ruang tunggu. Tunjukin pasport, boarding pass, dan airport tax.
  9. Terbang ke LN

Waktu di ruang tunggu, dilarang bawa cairan apapun (termasuk aqua,pembersih kontak lens, dsb). So, kl ada barang-barang cair, masukin ke bagasi ato habisin sblom masuk ruang tunggu.

Nah, good luck dgn perjalanan ke LN lu