Menyimpan Kebencian : Menyimpan Kentang Busuk
—-Taken from archive Forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com
Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan “permainan”. Ibu Guru
menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan
kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang
yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa …
tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong
plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti
perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang
dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut
kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai
mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga
tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan
mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak
merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun
mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.
Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila
kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan
membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana
jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak nyamannya
…”
December 23rd, 2008 at 8:12 am
Nice Article. Keep up The Good work.
Thanks for the information!!